Pages

Rabu, 02 Februari 2011

Jangan menyerah ...

Ketika semuanya membingungkan
Tersisa aku dalam diam yang panjang
Menghadapi sebuah kenyataan
Menanti sebuah jawaban janji

Nasib bagaikan badai pasir
Yang terus berubah arah
Mengikuti mu
Walau kau sudah berbalaik arah

Ia tertiup bukan dari sesuatu yang jauh
Ia datang dari sekitar mu
Sesuatu dalam diri mu
Keyakinan itu lah ...

Jangan menyerah ...
Masuk dalam badai itu,berjalanlah trus ...
Jangan pedulikan sehebat apa badai itu
Jika badai itu berlalu terlewati

Kau akan menemukan cakrawala yg berwarna indah
Diri mu yang baru,hati yg kuat,jiwa lembut selembut kapas
diri mu sang pemenang
Sang juara yang jauhhh lebih tenang.

Tak terhitung kasih Tuhan


Mampukah kamu menghitung berapa jumlah bintang di langit ?
Seperti itu juga kasih Tuhan kepada mu
Tak terhitung jumlahnya
Jadilah bintang yg bersinar ....

Menyinari malam yang kelam agar menjadi terang
Terang itu datang maka kelam itu berlalu
Bersinarlah terang
Menjadi penabur berkat suka cita

Betapa besar kasih Tuhan kepada ku dan kamu
Bersuka citalah dalam Dia
Karena kita bintang kasih Tuhan
Yang bersinar untukNya.

Kamis, 13 Januari 2011

Venesia

Dalam cahaya perak keemasan sinar matahari sore
Melaju duduk dlm sebuah gondola
Jiwa ku menjelma bagaikan seorang Maha Putri Bangsawan
jatuh cinta pada Sang Pencipta

Aku tdk mampu menahan bendungan air mata ku
Aku jatuh cinta atas semua Maha Karya Mu
Indah alam Negri itu semakin menghanyutkan perasaan itu
Aura jatuh cinta itu merasuki jiwa ku

Suara penyanyi Opera yang syahdu itu menyatu dengan ketenangan air
Semakin merasuki jiwa ku,aku bagaikan berada di Khayangan
Di iringi Malekat2 Cupid menghantarkan aku ke Pangeran Cinta ku
Melewati alur2 sungai kota kecil,bangunan2 tua klasik berbingkai besi tempa hitam

Semua tampak indah,gemerlapan kemewahan dalam gang2 kecil
Tersambungi oleh sebuah jembatan kecil yg kokoh
Slalu ada tepuk tangan dan lambaian menyambut ...
Setiap Gondola ku berlalu ...di Venesia,aku pasti kembali.

Rabu, 12 Januari 2011

Ketika kata terucap

Ketika kata "karena aku takut akan Tuhan" itu terucap
Bukan berarti aku kembali pada sebuah kebodohan
Tapi penyerahan diri ku yg tertinggi tertotal
Pada Mu Bapa ....

Rasanya sakitttt
Rasanya perihhhh
Rasanya terjolimiii
Rasanya kehilangannn
Rasanya terhina
Rasanya dihianati

Tetapi karena Engkau aku kuat
Dan Engkau mengatakan
Tetapi biarlah keadilan bergulung2 seperti air
Dan kebenaran seperti sungai yg mengalir ...

Aku takut akan Engkau Tuhan ku
Engkau tempat ku bernaung,dalam ketidak berdayaan ku
Engkau Batu penjuru ku,yg menghantar aku dalam kebenaran dan kemenangan.
Aku berserah pada Mu Tuhan ku.

Senin, 13 Desember 2010

Suram

Mulut itu terkatup rapat
Dia bukan lagi diam
Tapi hampir mencapai kebisuan yang kelu
Menatap semua dengan mata bathin

Sinar matahari yang benderang pun
Tidak mampu menutupi KESURAMAN yang tampak
Hati terpilu yang pernah dirasakan

Pada saat melangkahkan kaki
Pada pijakan semestinya
Kesebuah Negri kepastian itu
Namun kenyataanya ia menjadi orang asing ditempatnya sendiri.

Rabu, 08 Desember 2010

Telinga Cinta

Yang tersisa hanya serpihan serpihan bayangan
Aku meraupnya dan menjadikan
Bagian terpenting dalam lembaran kehidupan
Merengkuh mahluk yang tak kasat mata

Karna aku tidak mampu menghapus peresaan itu sekarang
Hanya kerena menyadari ia bukan lagi milik ku
Ia menyuarakan peresaannya dengan nada
Yang hanya didengar oleh telinga cinta ku

Jurang lebar hanya mampu memisahkan jarak dan waktu
Namun ada sesuatu terdalam,tertanam dalam hati
Dalam darah dan fikiran yang mempersatukan
Jiwanya dengan ku ....

Wangi kemuning ...

Aku merindukan wangi bunga kemuning ku
Dihalaman rumah itu
Namun tidak pada orang
Yang berdiam di rumah itu.